Do What You Love or Love What You Do?

Dari judul di atas, ya itu balik lagi ke persepsi dan pemikiran masing-masing. Setiap orang juga berhak memilih apa yang tepat untuk dirinya. Tapi untuk hal ini, saya coba akan ulas dari sudut pandang saya yang juga sebagai seorang pendidik di salah satu SMK Swasta di Kota Malang.

Ada konten menarik sebenernya yang dibuat oleh salah satu Provider Kartu Seluler yang bisa dikatakan terbesar untuk segmen pengguna Internet, yaitu Smartfren. Nah, di channel youtube-nya ada konten menarik yaitu webseries yang diperankan oleh salah satu Content Creator yang kalian pasti ngerti, yaitu Bang Ijal.

Teaser Milenial Males Jadi Miliuner dari Smarfren #KuotakanMaumu

Yes, dari webseries yang lagi getol-getolnya bikin tagline #KuotakanMaumu dan #Super4GKuota itu bisa kita lihat sebenernya konten dari webseries itu menggambarkan apa yang terjadi di kehidupan masyarakan di Indonesia saat ini. Judul webseriesnya adalah Milenial Males Jadi Miliuner #NobarMMJM.

Ada orang atau anak yang sebenernya dia passionnya di suatu hal yang menurut dia keren, contohnya adalah menjadi seorang Gamer. Nah, mungkin dari kalangan generasi X atau sebelumnya, menjadi seorang gamer bukanlah suatu pilihan untuk menjadi orang yang sukses atau menjadi orang yang kaya. Padahal dalam kenyataannya, saat ini dunia game itu malah ada olimpiadenya dan termasuk dalam cabang olahrag, yaitu E-Sport. Dan satu hal lagi, sudah mulai banyak sekolah atau universitas di dunia bahkan di Indonesia yang memberikan jurusan tersendiri untuk E-Sport ini.

Atau mungkin issue lain yang diangkat adalah seperti konten webseries tadi yaitu tentang menjadi Content Creator. Di mana banyak anak-anak sekarang yang bercita-cinta ingin menjadi seorang Content Creator pada saat mereka lulus nanti.

Jujur di posisi saya saat ini sebagai pendidik, sebenarnya saya berada di antara 2 generasi, di mana antara 2 generasi saling bertolak belakang dalam hal pemikiran. Oleh sebab itu, maka yang saya lakukan sebagai pendidik adalah mencoba untuk menyatukan pemikiran dari 2 generasi tersebut.

Salah satu cara untuk menyatukan pemikiran tersebut yaitu, membuat pemikiran baru untuk generasi milenial atau generasi Z bahwa kejar cita-cita kalian sesuai dengan Passion kalian. Tapi saya coba beri tambahan pemikiran dari generasi sebelumnya, bahwa apa yang kalian kejar harus seusai dengan nilai SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant dan Timely). Yang intinya harus realistis dan terukur untuk menjadi apa yang kita inginkan. Dan juga passion harus juga dikembangkan. Tidak hanya satu saja yang kita kejar, tapi banyak. Karena ketika kita mempunyai banyak pilihan, maka ketika gagal di salah satu pilihan, maka kita akan siap untuk berangkat di pilihan lainnya.

Nah, itu adalah pemirkiran yang saya tentang pilihan hidup. Tapi balik lagi, semua pilihan kembali kepada orang yang menjalaninya.

KTHXBYE.

Beri komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.