Malang Car Free Day : Grand Opening

Malang Car Free Day
Malang Car Free Day - Courtesy of @fajarembum

Tepat pada hari Minggu kemarin tanggal 18 Desember 2011, inilah hari yang mungkin ditunggu-tunggu oleh kebanyakan warga kota Malang. Mengapa hari itu berasa spesial bagi kebanyakan warga Malang? Mungkin aku juga salah satunya ๐Ÿ˜€ .Yes, karena itu merupakan hari pertama diadakannya Car Free Day di kota Malang.

Mengawali debut dari acara tersebut yang cukup sukses diadakan di kota-kota besar lainnya seperti Jakarta dan Surabaya, kota Malang pun ikut mengikuti jejak kota-kota pendahulunya untuk mengadakan Car Free Day demi menciptakan bumi yang Go Green. Walaupun menurut aku sih, untuk dampaknya tidak terlalu mencolok demi munuju bumi yang Go Green. Tapi mungkin dengan acara yang seperti ini, masyarakat mulai sadar untuk megurangi polusi yang ditimbulkan kendaraan bermotor dan menuju masarakat Go Green dan sadar lingkungan.

Diawali bangun pagi-pagi dengan bersiap mompa ban sepeda yang kurang angin karena semalam habis kerokan jadi anginnya pada keluar semuanya. Juga perlengkapan berupa helm yang notabene barang pinjeman, berangkatlah nggowes dari kosan di area Sawojajar menuju ke daerah Ijen. Komplikasi karena lama gak nggowes dan pantat yang bertambah sedikit lebar, jadilah njaremย itu pantat #sigh, tapi tetap harus semangat demi terciptanya Kota Malang yang Go Green.

Sampai di lokasi Ijen, masuk dari arah Kawi ternyata lokasi ijen sudah ramai. Selidik punya selidik ternyata si empu-nya acara ini mengadakan check upย akbar gratis demi mendapat rekor MURI. Tapi lucunya demi tercapainya rekor MURI, Pemkot pun mengerahkan hampir seluruh siswa SMP dan SMA sederajat untuk menuju ke acara tersebut. Alhasil, crowded-nya masaampun dengan bertebaranya kaum alay #eh.

Karena ramainya para alay, ada sedikit yang ganjal dari acara tersebut. Ketika masuk ke area Car Free Day dengan nggowes, eh kok malah dihadang sama seseorang. Ndak tau dia itu siapa, entah pengaman atau whatever siapa dia. What? Ini kenapa Car Free Day, kenapa ndak boleh masuk yang nggowes? Alhasil terjadi banyak tumpukan pesepeda yang gak bisa masuk ke area tersebut. Tapi dengan kelihaian jurus menyelinap ala pencuri jemuran, akhirnya bisa nyelinap masuk ketika orang itu lengah ๐Ÿ˜€ .

Orang whatever
Orang Whatever

Dan akhirnya bertemu juga dengan teman-teman Blogger Ngalam yang sudah cukup lama sampai di sana. Dan kita pun menggelar sebuah banner cukup besar untuk ditulisi pendapat orang-orang yang disana tentang kota Malang saat ini. Dan hasilnya cukup lucu, karena kebanyakan menuliskan kalau Malang sekarang tidak seperti Malang yang dulu. Yang dingin, bebas polusi, bebas macet tapi berbalik 180 derajat pada saat ini.

Dari beberapa orang yang menulis kesan pesannya tentang kota Malang, ada seseorang yang cukup mencolok. Dia seorang cewek, cukup manis (menurutku) yang cukup membuat tiap mata tertuju kepadanya #lebay. Usut punya usut setelah dia menulis, ada sebuah nama tertulis di situ, yaitu Ganis Rumpoko. Berasa tidak asing dengan nama itu. Dan akhirnya misteri itu terjawab dan memang sesuai dengan prasangka, kalau dia adalah anak dari Wali Kota Batu yaitu Edi Rumpoko #purapuramati.

Penampakan Ganis Rumpoko
Penampakan Ganis Rumpoko - Courtesy of @fajarembun

Mungkin itu yang bisa dibagi untuk sesi kali ini. Sekedar saran untuk para petinggi Pemkot Malang, Malang Car Free Day selanjutnya jangan dicampur dengan acara-acara MURI atau apalah yang bikin suasana jadi gak jelas. Dan untuk aparat kemanan, lebih diamankan untuk kendaraan bermotor yang melintas sebelum waktu Car Free Day usai.

Overall, semoga lebih baik lagi pengadaan acaranya dan semoga kota Malang kembali ke titahnya sebagai kota yang adem, tidak macet dan bebas polusi.

Photo : Courtesy of @fajarembun

 

6 thoughts on “Malang Car Free Day : Grand Opening”

Beri komentar...