Idul Fitri, Bukan Hanya Sekedar Tradisi

Idul Fitri, sesuatu yang dinanti-nanti oleh umat muslim. Bukan hanya karena idul fitri merupakan suatu kemenangan akan 1 bulan menahan lapar, dahaga serta nafsu dan mendapat gelar orang yang bertaqwa pada Allah SWT. Tapi idul fitri merupakan suatu suka cita, keceriaan juga kesenangan. Kesenangan akan bertemu sanak saudara di kampung halaman, keceriaan mendapat THR juga suka cita akan suasa lebaran yang sangat kental di Indonesia.

Tradisi lebaran di keluargaku selalu dinanti nanti. Walaupun setiap tahun sama saja, karena sudah tradisi malah itu yang ditunggu-tunggu tiap tahunnya pada waktu lebara.

Dimulai dari pagi-pagi setelah sholat subuh, siap-siap untuk pergi ke masjid untuk sholat Id. Bersama ayah, ibu juga adek naik motor pergi ke masjid yang tiap tahun kita tetap di situ. Yaitu Masjid Jami’ Mojosari.

Suasana Sholat Id di Masjid Jami' Mojosari
Suasana Sholat Id di Masjid Jami' Mojosari

Setelah pulang dilanjut ke rumah eyang yang tidak jauh dari lokasi masjid. Dan seperti biasa, tetap ada acara “sungkeman” yang slalu jadi ciri khas keluarga. Dimana yang muda, sungkem dengan yang tua. Sayangnya, tidak ada skrinsyut pada waktu acara ini, secara gak ada yang motoin. :(

Sehabis sungkeman, ini adalah acara lebaran yang paling ditunggu-tunggu. Yaitu acara halah bi halal sekampung yang mungkin hanya ada di kampung eyangku yang ada acara seperti ini. Konsepnya sederhana sekali. Para laki-laki sekampung akan kumpul di ujung dalam gang. Semua laki-laki tidak luput kumpul bersama, tidak yang muda-muda saja. Tapi anak-anak maupun yang sudah sesepuh (yang masih kuat) pun ikut kumpul. Dan untuk yang perempuan dan mungkin orang yang yang sudah sepuh yang tidak mungkin bisa jalan akan tinggal di rumah untuk menyambut para orang-orang yang halal bi halal dengan menyajikan jajanan khas lebaran.

Para pria muda, anak-anak dan sepuh kumpul untuk memulai halal bi halal
Para pria muda, anak-anak dan sepuh kumpul untuk memulai halal bi halal
Saling maaf-maafan di salah satu rumah warga
Saling maaf-maafan di salah satu rumah warga

Di beberapa titik rumah yang disinggahi, yang termasuk rumah eyangku merupakan rumah yang spesial. Yaitu rumah yang menyajikan beberapa menu khas yang ada hanya waktu lebaran. Seperti lontong sayur, kopi arab, ataupun kue busa (Red: Kue ini memang empuk yang rupanya kayak busa 😀 ).

ROTI BUSA
ROTI BUSA

Setelah selesai 1 kampung, ada 1 tradisi lagi yang tidak akan ketinggalan setelah selesainya halal bi halal dari ujung ke ujung. Yaitu sowan ke kyai yang mungkin menjadi anutan warga di situ. Kyai tersebut bernama Kyai Said yang terletak di gang sebelah. Di situ selain berkunjung untuk silaturahmi, di situ juga akan diberikan tausiah singkat mengenari beberapa hal seputar lebaran.

Berakhir acara tersebut setelah sowan  ke Kyai Said dan kembali ke rumah masing-masing.

Begitulah tradisi yang slalu aku lakukan sekeluarga di kampung eyangku. Bagaimana dengan tradisi di tempatmu?

2 thoughts on “Idul Fitri, Bukan Hanya Sekedar Tradisi”

Beri komentar...